PENCEGAHAN PENYEBARAN BERITA HOAX TENTANG PESAN BERANTAI PENCULIKAN DI DAERAH TANGERANG, BANTEN
DOI:
https://doi.org/10.34306/adimas.v3i2.908Kata Kunci:
Digital literasi, Hoax, InternetAbstrak
Dengan semakin banyaknya orang yang memiliki akses ke internet, hoax menjadi semakin umum di Indonesia. yang mengejutkan, ibu rumah tangga merupakan mayoritas penyebar hoax, salah satu penyebab dari dampak buruk penggunaan internet, seperti berita palsu, pelanggaran privasi, cyberbullying, konten kekerasan, dan pornografi adalah rendahnya literasi media digital. mayoritas dari ratusan berita palsu tersebut melibatkan penipuan di bidang teknologi informasi (fintech), politik, kesehatan, atau bencana alam. kegagalan masyarakat dalam melakukan pengecekan fakta di media sosial memiliki dampak yang serius. Polisi dapat menjerat mereka dengan pelanggaran UU ITE karena saat ini masih minimnya pengetahuan tentang deteksi hoax, kegiatan ini berpusat pada pemberdayaan masyarakat melalui literasi media digital.
Unduhan
Referensi
Sulthan, M., & Istiyanto, S. B. (2019). MODEL LITERASI MEDIA SOSIAL BAGI MAHASISWA. Jurnal ASPIKOM, 3(6)
Rahayu, R. N., & SENSUSIYATI. (2020). Analisis Berita hoax covid - 19 Di media sosial Di Indonesia. JURNAL EKONOMI, SOSIAL & HUMANIORA, 1(09), 60–73
Sosiawan, E. A., & Wibowo, R. (2020). Kontestasi Berita Hoax Pemilu Presiden Tahun 2019 di Media Daring dan Media Sosial. Jurnal Ilmu Komunikasi, 17(2), 133
Priambodo, G. A. (n.d.). Uregensi Literasi Media Sosial Dalam Menangkal Ancaman Berita Hoax Di Kalangan Remaja
Maryam, S., Prasetyo, P., & Mahdalena, V. (n.d.). Literasi Media Digital Pada Kampanye Greenpeace Id Di Media Sosial Instagram Dalam Merubah Perilaku Masyarakat
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Vivi Meilinda
submission.license.cc.by-sa4.footer
Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.







